Selasa, 27 September 2011

WISATA SEJARAH DANAU TASIK ARDI


WISATA SEJARAH  DANAU TASIK ARDI
Oleh : Endarto, S.Pd

Kurang lebih 2 kilometer disebelah tenggara Masjid Agung Banten di kawasan Banten Lama terdapatlah sebuah danau yang cukup luas yag dikenal dengan sebutan  Danau Tasik Ardi. Selain dari Banten Lama tempat ini juga dapat dicapai melalui Kramatwatu tidak sampai limabelas menit perjalanan.

Bila kita menengok sejarah , danau ini merupakan bukti nyata bahwa Kerajaan Banten dimasa kejayaanya terutama di masa Sultan Ageng Tirtayasa sangat memperhatikan masalah pengairan. Dari danau inilah air dialirkan kepersawahan penduduk untuk meningkatkan hasil pertanian. Karena pembangunan dibidang pengairan ini pulalah beliau dijuluki Tirtayasa yang artinya kurang lebih Sang Penguasa Air.

Dikelilingi oleh hamparan sawah yang sangat luas dan hijau serta latar belakang  pemandangan Gunung Pinang dikejauhan, terlebih lagi dengan rerimbunan pohon yang mengelilinginya membuat kita betah dan tak bosan untuk berlama-lama berada di danau ini.

Hal lainnya yang menarik dari danau seluas kurang lebih 100 meter persegi ini  adalah adanya pulau buatan ditengah-tengahnya. Pulau ini luasnya kurang lebih 10 meter persegi yang ditanami berbagai macam pohon yang semakin mempercantik suasana danau.

Bila anda ingin berkeliling danau anda tinggal menyewa perahu-perahu kecil yang terdapat di tempat wisata ini, harga sewanya cukup murah  , ada yang pakai motor tempel ada pula yang cuma pakai pedal seperti sepeda. Untuk yang terakhir ini anda bisa mengayuh sendiri dengan seorang teman sepuas anda.Anda juga bisa singgah sebentar di pulau tengah danau untuk sekedar mengambil gambar atau melihat –lihat apa yang ada disana.

Di bibir – bibir danau terdapat tempat-tempat duduk dan gubuk- gubuk kecil yang beratap daun kelapa dimana anda dapat duduk-duduk sambil menikmati indahnya danau. Agak jauh dari bibir danau  disekitar pintu gerbang terdapat warung-warung yang menjual berbagai macam makanan dan minuman serta rumah- rumah panggung kecil yang disewakan, cocok sekali untuk rapat- rapat kecil, bersantai atau pertemuan keluarga.

Siang itu karena kebetulan hari libur banyak pengunjung yang datang dan menghabiskan waktu disini. Beberapa pengunjung duduk-duduk santai di gubuk-gubuk pinggir danau, ada yang menggelar tikar yang memang banyak disewakan di tempat ini sambil makan-makan, ada yang asyik naik kereta-keretaan yang mengelilingi danau, ada yang serius mancing, ada yang memilih istirahat sambil makan di warung, ada pula yang berkeliling danau dengan perahu-perahu yang ada.

Tiba-tiba… beberapa bayangan berkelebat menyusuri jalan berbatu di pinggir danau. Bayangan- bayangan itu akhirnya hilang dibalik pe pohonan besar dan lebat   di pojok-pojok danau, mendadak ……PERGULATAN seru pun tak terhindarkan.  Setelah Tim  perhatikan dengan seksama (dengan bantuan infra merah)   ternyata   bayangan-bayangan hitam itu adalah ABG- ABG yang sedang dimabuk asmara,…Wahhh………… Mennnnakjubkan…,eh…..mengerikan…eh …mengasyikkan,…eh jadi bingung saya.( Baca Ala Ekspedisi Alam Ghaib)

Begitulah saudara- saudaraku ternyata tempat inipun tidak luput  dimanfaatkan oleh anak-anak muda (dan yang tua-tua juga lho) sebagaimana tempat-tempat rekreasi pada umumnya untuk katakanlah bersenang-senang dengan “pasangannya” masing-masing . Dan hal inilah yang kadang membuat yang benar-benar ingin rekreasi bersama keluarga atau yang lagi ingin refresing sendirian disini menjadi risih dan tidak nyaman karena kadang Penampakannya begitu mengerikan…..eh menakjubkan.

Sebenarnya tempat ini apabila dikelola dengan baik akan menjadi tempat yang sangat menyenangkan untuk rekreasi, barangkali bisa seperti Telaga Sarangan di Gunung Lawu,Jatim atau danau buatan Mayang Tirta  di Kebun Binatang Gembira Loka Yogyakarta dan lain sebagainya. Terlebih lagi dengan dijadikannya Serang sebagai ibukota Propinsi Banten dimana banyak pendatang baru yang tinggal di perumahan-perumahan yang tersebar dan berkembang pesat di kota Serang ini. Pasti,mereka membutuhkan tempat-tempat refreshing untuk mengisi akhir pekan mereka yang tidak terlalu jauh dari kota dan tiket masuknya murah.

Kalau diperhatikan tempat ini dulu pernah dibangun dan dikelola dengan baik, ini dapat dilihat dari onggokan bekas berbagai macam tempat mainan anak-anak, patung-patung  binatang yang tersuruk di sudut-sudut danau serta bekas-bekas bangunan dan taman  yang tak terawat lagi di sekitar danau.

Modal dasar danau ini sudah tidak perlu diragukan lagi, danau yang indah, udara yang sejuk serta pohon-pohon yang rindang merupakan daya tarik yang cukup memikat. Tinggal perlu sentuhan-sentuhan tambahan seperti pembersihan rumput-rumput di tengah danau, perbaikan bibir danau, perbaikan fasilitas bermain, pengadaan perahu-perahu dan kereta baru ,pemagaran, perbaikan fasilitas umum seperti mushola dan toilet serta pengelolaan yang tertib dan bertanggungjawab.

Insyaallah kalau hal-hal ini dilakukan Danau Tasik Ardi akan menjadi tujuan wisata yang murah dan menyenangkan bagi masyarakat dan satu hal yang pasti dengan banyaknya pengunjung akan menambah PAD bagi Pemda Serang dan pemasukan bagi Pihak Keraton Banten.

Sayang, siang itu terasa begitu pendek, satu-persatu pengunjung meninggalkan tempat itu, Penampakan-penampakan yang tadi begitu kentarapun mulai hilang dari pandangan. Matahari mulai tergelincir ke arah barat, sinar merahnya menerobos diantara pepohonan yag begitu lebat. Suasana menjadi sepi kembali ……tetapi tidak menyeramkan bahkan… saaangat menyejukkan dan semakin sadarlah kita bahwa alam ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa ini  sangatlah indah  dan saaangat …Luuuarrr Biasa.      
Dan…….Ekspedisi Bellllluum  Berakhir…..(Endarto/Bina Program-2003)

0 Komentar:

Poskan Komentar

Berlangganan Poskan Komentar [Atom]

<< Beranda